jump to navigation

untuk suami tercinta February 10, 2010

Posted by Annuar Salleh in Uncategorized.
trackback

 

Embun pagi sudahpun singgah

Bersama dingin waktu dinihari

Angin-angin sepoi membawa rinduku jauh

Sejauh ufuk timur yang ditinggalkan malam

Kau di mana suamiku…

Sudah lama..

Aku bertemankan baju-baju kusammu

Bertemankan pinggan dan cawan sendirian

bercakap dengan dinding batu dan pintu kayu..

Bertemankan anak-anak yang bertanya di mana abi..

Di mana abi..?

… aku hanya mampu berkata

Syukurlah nak…

Ayahmu masih ada

di mana-mana di jalan Allah

Tidak seperti anak-anak itu di Palastina

Yang akan menunggu bapanya buat selama-lamanya..

(… ah apa ertinya ada

Kalau macam tiada…)

Cis..!! syaitankah yang bersuara itu..

Atau derita rinduku yang bersuara…

Namun aku bangga suamiku

Kerana kita bertemu di jalan dakwah ini

Mudah-mudahan kesabaranku

… Menantimu setiap dinihari

menunggu ucapan cintamu..

.. menanti belaian jemarimu

.. menunggu cerita-cerita perjalannmu

.. kisah-kisah kehidupanmu

Akan membawa ku kesyurga..

walaupun tawar hidangan hidup ini

walau tiada warna-warna pelangi

walau tiada haruman kasturi…..

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: